June 16, 2024

Keadaan ini umumnya sebagai pertanda aterosklerosis

slot online

Penyakit arteri perifer (peripheral artery disease atau peripheral arterial disease) ialah persempitan arteri perifer yang bawa darah dari jantung ke anggota badan yang lain.

Penyakit ini mempengaruhi pembuluh darah yang mengakibatkan menyempit, hingga batasi saluran darah ke lengan, ginjal, perut, dan yang umum, kaki.

Penyakit arteri perifer umumnya sebagai pertanda penimbunan tumpukan lemak di arteri (aterosklerosis). Aterosklerosis mengakibatkan persempitan pembuluh darah yang bisa kurangi saluran darah di kaki dan kadang pada lengan.

sebelum lanjut ke artikel, kalian wajib cobain main game di Mantap168, karna banyak keuntungan nya loh, selain kalian dapat penghasilan dengan hanya bermain game, kalian juga dapat menikmati bonus menarik setiap harinya, dan kalian bisa bermain game seru dimanapun dan kapanpun.

1. Pemicu dan factor resiko

Aterosklerosis yang berkembang di arteri kaki atau (lebih jarang-jarang) lengan mengakibatkan penyakit arteri perifer. Seperti aterosklerosis di arteri jantung (koroner), kelompok karies lemak pada dinding pembuluh darah mengakibatkan penyakit pembuluh darah perifer. Saat karies menimbun, pembuluh darah jadi semakin sempit, dapat sampai mampet, seperti dikutip Cleveland Clinic.

Factor resiko

Pemakaian tembakau ialah factor resiko yang terpenting untuk penyakit arteri perifer dan kompleksitasnya. Kenyataannya, 80 % pasien penyakit arteri perifer perokok atau sempat merokok. Pemakaian tembakau tingkatkan resiko penyakit arteri perifer sejumlah 400 %! Ini mengakibatkan tanda-tanda penyakit arteri perifer nyaris sepuluh tahun lebih awalnya.

Dibanding dengan bukan perokok pada umur yang serupa, orang perokok dan mempunyai penyakit arteri perifer lebih condong:

• Meninggal dunia karena penyakit serangan jantung atau stroke.

• Memiliki hasil lebih jelek dengan proses operasi bypass pada kaki mereka.

• Mengalami amputasi anggota badan.

Lepas dari tipe kelamin, kamu beresiko terserang penyakit arteri perifer bila mempunyai satu ataupun lebih factor resiko berikut ini:

• Menggunakan produk tembakau (factor resiko terkuat).

• Mengidap diabetes.

• Berusia 50 tahun ke atas.

• Ras Afrika-Amerika.

• Memiliki kisah penyakit jantung atau pembuluh darah individu atau keluarga.

• Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).

• Memiliki cholesterol tinggi (hiperlipidemia).

• Mengalami kegemukan perut.

• Mengalami masalah pembekuan darah.

• Memiliki penyakit ginjal (baik factor resiko atau karena penyakit arteri perifer).

Walau penyakit arteri perifer ialah keadaan yang beda dari penyakit arteri koroner, tapi ke-2 nya terkait.

Orang yang mempunyai satu condong mempunyai lainnya. Seorang dengan penyakit arteri perifer beresiko semakin tinggi terserang penyakit arteri koroner, penyakit serangan jantung, stroke atau gempuran iskemik transien (mini stroke) dibanding seorang tanpa penyakit arteri perifer. Seorang dengan penyakit jantung mempunyai 1 dari 3 adanya kemungkinan mempunyai penyakit arteri perifer di kaki mereka.

Tidak mengagetkan, ke-2  penyakit itu mempunyai faktor-faktor resiko yang serupa. Ini karena factor resiko ini mengakibatkan peralihan yang serupa pada arteri pada lengan dan kaki sama seperti yang terjadi di arteri jantung.

2. Tanda-tanda

Beberapa orang dengan penyakit arteri perifer mempunyai tanda-tanda enteng atau tanpa tanda-tanda. Sebagian orang alami ngilu kaki waktu jalan (klaudikasio).

Tanda-tanda klaudikasio mencakup ngilu otot atau kram pada kaki atau lengan yang diawali waktu olahraga dan disudahi istirahat. Ngilu tersering dirasa di betis. Rasa sakitnya sekitar dari enteng sampai berat. Ngilu kaki yang kronis bisa membuat kamu susah jalan atau beraktivitas fisik yang lain.

Disimpulkan dari situs Mayo Clinic, tanda-tanda penyakit arteri perifer yang lain kemungkinan terhitung:

• Rasa dingin di kaki sisi bawah atau kaki, terlebih bila dibanding segi yang lain.

• Kaki mati rasa atau kekurangan.

• Tidak ada renyut nadi atau renyut kurang kuat di tungkai atau kaki.

• Kram yang menyakitkan di salah satunya atau ke-2  otot pinggul, paha, atau betis sesudah beraktivitas tertentu, seperti jalan atau naik tangga.

• Kulit di kaki mengilap.

• Perubahan warna kulit pada kaki.

• Pertumbuhan kuku kaki yang semakin lebih lamban.

• Luka pada jemari kaki, telapak kaki atau tungkai yang tidak juga pulih.

• Nyeri waktu memakai lengan, seperti pegal dan kram saat menyulam, menulis, atau lakukan pekerjaan manual yang lain.

• Disfungsi ereksi.

• Rambut rontok atau perkembangan rambut yang semakin lebih lamban di kaki.

Bila penyakit arteri perifer semakin kronis, ngilu bisa terjadi waktu istirahat atau waktu tiduran. Rasa sakitnya dapat mengusik tidur. Gantungkan kaki di pinggir tempat tidur atau jalan bisa hilangkan merasa sakit untuk sesaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *